Menentang Arus

Saya adalah pribadi yang tidak menyenangkan, dan mungkin karena itulah wajar bila banyak yang tidak suka bahkan membenci saya. Entah, apakah suatu saat Allah akan mempertemukan saya dengan lingkungan dan orang-orang yang dengan lapang dada menerima perbedaan.

Berbeda dengan nasib file saya di komputer SAS, lain lagi ceritanya dengan file-file saya di komputer MA, hanya folder berisi lagu yang terhapus -untung saja bukan file-file MA, namun tetap saja eman karena lagu-lagu tersebut adalah lagu-lagu favorit saya yang belum tentu ada di komputer lain. Oh ya, meski saya sudah berkali-kali memasukkan lagu-lagu Slank dan Utopia, he3X, ternyata selalu saja ada yang menghapusnya, entah siapa.

Selera musik saya mungkin memang berbeda dengan kebanyakan teman-teman di Aliyah. Di saat teman-teman sedang gandrung-gandrungnya Ungu, ST 12 dan D’Masiv, saya masih setia dengan lagu-lagu Slank. Kalau ada teman yang menghidupakn winamp dan hanya menaruh satu lagu di playlistnya, saya tidak akan menghapus lagu tersebut meski terkadang rasanya gimana gitu kalau mendengarnya. Nah, solusi dari saya adalah dengan menambah lagu lain di playlist tersebut, hanya saja masalahnya adalah lagu yang saya tambahkan sangat berbeda.

Misalnya ada teman yang mendengarkan lagu Ayo Goyang punya Project Pop, saya tambahkan lagu Koil Ft. the Rock - Kenyataan Dalam Dunia Fantasi. Atau yang baru-baru saja ni, ada seorang teman yang mendownload lagu ASBAK - Jangan Letih Mencintaiku, saya juga download lagu baru Garasi - Lelah dan sekalian pasang juga lagu UTOPIA - Lelah (dari Album Indah)

Rasa-rasanya saya memang harus berubah, saya terlalu berbeda, seakan terasing di keramaian tanpa ada seorangpun yang menyapa, ya saya harus berubah, terutama demi memahami dan bisa sejalan dengan seorang wanita: Tante.

Read More...

S.O.S S.A.S

Aaaah, file-file saya di komputer SAS hilang semua! Itu berarti ada artikel yang harus diketik ulang, ada proyek design dan layout yang harus mulai dari awal, ada game, aplikasi, juga lagu-lagu yang harus download ulang, ada gambar juga foto-foto kenangan yang bisa saja tidak mungkin terulang.

Read More...

ART: Way of Life

Seorang teman pernah bertanya:

“Bagaimana agar memiliki jiwa seni?”

Saya merasa tidak layak disebut sebagai seniman, saya hanya seorang artlover, namun saya coba menjawabnya dengan dua kata: smART dan heART. Just try to think smart than follow your heart.

Bukankah hidup adalah sebuah seni, semua orang berhak mendefinisikan apa yang menurut mereka indah, semua orang bebas berekspresi, namun di balik hak dan kebebasan personal kita terdapat pula hak-hak orang lain yang tidak seharusnya kita langgar, dan di sanalah guna dari etika dan estetika, agar tercipta keseimbangan, dan itulah definisi seni bagi saya; sebuah keseimbangan antara keindahan yang tampak oleh mata juga keindahan yang hanya mampu ditangkap oleh hati.

Anda berhak punya definisi sendiri, da itulah seni anda. Pada akhirnya adalah sejauh mana kita beradapatasi dan menghargai perbedaan tersebut. Setuju?

Read More...

Stiker PKM

Read More...

Seorang Teman Bernama Anti

Saya masih ingat perkenalan kami dulu, waktu itu dia SMS mengajak diskusi dan berbagi masalah pribadi tanpa memperkenalkan diri sebelumnya bahkan meminta saya untuk tidakmencari tahu jati dirinya, dia hanya ingin saya mengenalnya dengan nama "Anti" saja, namun dia memberi saya petunjuk siapa sebenarnya dirinya, petunjuknya adalah kata-katanya:

"Antum telah mewujudkan mimpi saya, apa yang saya rancang dalam imajenasi saya telah antum jadikan nyata..."

Petunjuk yang lain adalah darimana dia dapat nomer saya, dia bilang pernah suatu hari seorang temannya yang juga teman saya meminjam HPnya untuk menghubungi saya. Setelah lebih dari sebulan -meski tanpa harus mencari tahu, akhirnya saya tahu juga siapa dirinya. Ternyata perkiraan saya tidak meleset, dia pastilah yang  merancang lambang Artzhevant (karena pembuat logo Geztiraizant tentu belum memegang HP ketika itu)

Yang membuat saya menulis posting tentangnya adalah janji saya padanya untuk berlomba siapa yang bangun lebih cepat untuk qiyamul lail, juga janji untuk tidak menelfonnya dan hanya SMS saja, dan itu semua kini tinggallah janji, bukan karena kami sudah tidak berteman lagi, tapi karena sejak 11 Januari dia sudah bersuami.

Sayangnya saya tidak bisa hadir ke walimahnya, saya hanya menitipkan kado untuknya melalui Tante, isinya adalah sebuah buku, Maryamah Karpov.

Oh ya, ketika Ramadhan kemarin ketika saya minta maaf bahwa saya tidak akan berkomunikasi selama menjalankan puasa (semenjak sahur hingga berbuka) hanya ada dua orang yang tidak berkomentar namun tetap menghubungi saya malamnya, dua orang itu adalah dia dan MiWa.

Sayangnya lagi saat ini saya kesulitan menghubungi mereka, bila Anti tidak bisa saya hubungi karena sudah menikah, lain lagi ceritanya dengan MiWa dia tidak boleh bawa HP, namun media internet yang biasa kami gunakan untuk berkomunikasi ternyata tidak banyak membantu karena dia berubah, dia tidak pernah bertanya bahkan seringkali tidak menyapa.

Whatever, saya patut bersyukur punya teman-teman seperti mereka.

Read More...

I Believe You Don’t Be Lie

Read More...

KMD: Day 4 (end)

Aduh payah, kayaknya perjuangan 4 hari ini tidak bisa husnul khotimah, ada banyak kesalahan yang saya lakukan dan ada banyak cacat serta kekurangan di program-program terkahir KMD ini dan itu semua adalah salah saya. ~he3X, jadi malas yang mau nulisIntinya, semoga semuanya yang telah dijalani bermanfaat dunia akhirat, amin.
Saya ingin mengutip kata-kata seseorang; “Pekerjaan besar tidak pernah berakhir, hanya ditinggalkan” he3X, selamat tinggal KMD dan selamat datang pekerjaan baru yang menyusul.

Read More...

KMD: Day 3

Pagi ini badan terasa berat, he3X, dari semalam tidak nyenyak tidur karena hidung tersumbat. Setelah shubuh masih ngantuk, tapi kalau tidur takutnya malah tambah parah, ya udah nelfon teman-teman aja.
Menjelah jam 07.00, setelah sarapan saya tidur lagi sampai jam 08.14, terbangun karena Konde menelfon meminta saya menyelesaikan stiker PKM secepatnya, he3X, tidak jadi sakit deh.

Dan tugas saya pun berpindah, dari KMD menjadi PKM…

Read More...

KMD: Day 2

Untuk saya pribadi Bupernya pindah, tidak lagi Bumi Perkemahan, tapi Bumi Percetakan, karena tugas saya hari ini cuma diam di sana, desain ini desain itu, nulis ini nulis itu. Hikz3X, tapi malamnya kehujanan dan terserang penyakit pilek deh…
~it’s time to rest i think

Read More...

KMD: Day 1

Hari ini terlambat bangun, tidak shalat Tahajjud juga Witir. Setelah shubuh masih ngantuk, tapi saya tidak mau ambil resiko, kalau tidur takutnya malah kesiangan akhirnya mumpung masih punya pulsa ya nelfon teman-teman saja. Yang pertama saya telfon adalah Edo, wah payah dia belum shalat Shubuh, jadi pilih nomer telfon lain *oh ya* akhirnya saya coba hubungi b’ Tik, setelah basa-basi dikit akhirnya langsung pada pokok permasalahan;
“B’… kado buat d’ Ike kok dititipin Masthur??? Saya malu lho…”
Wajar donk bila saya malu, bayangkan saja, hampir dua tahun kuliah bareng saya belum pernah menyapanya sama sekali, apalagi ngobrol. He3X, teman macam apa saya ini???

Jam 07.00 setelah selesai mandi, siap-siap dan sarapan, saya menuju Buper, syukurlah persiapannya dah beres dan hampir siap ditempati, semalam anak-anak Gudep pasti lembur. Calon peserta KMD juga sudah mulai berdatangan dan bersiap check in, he3X, Konde juga sudah standby membawa kwitansi pembayaran sebagai izin untuk memasuki Buper dan mendapat notebook juga buku diktat KMD, teman-teman sudah bekerja sesuai kewajiban masing-masing, saya juga seharusnya begitu.

Job pertama adalah undangan untuk pembukaan nanti siang, setelah numpang ngetik dan ngeprint di Labkom dan juga minta tanda tangan Dian dan Tadz Maliji, saya bingung; Masak saya juga yang harus nyebarin, he3X, ternyata tidak ada bagian undangan di kepanitiaan. Untungnya ada Beril dan Nada yang siap membantu, dan bereslah job pertama.

Job kedua adalah penataan aula, aduh anak-anak Gudep sudah diangkut ke putri untuk mendirikan tenda, karena sudah lebih dari jam 10.00 dan anak-anak Gudep yang bekerja di putri belum kembali juga terpaksa ambil cara lain, he3X, akhirnya kami terpaksa menggunakan peserta KMD untuk mengangkat kursi dan sofa juga bersih-bersih, akhirnya menjelang dhuhur aula pun beres. He3X, ada yang unik ketika mencari tempat qori’, setelah muter-muter dari masjid, rayon-rayon, bahkan hingga ke putri namun tetap saja benda tersebut tidak kami temukan, ternyata benda tersebut berada di samping aula, berali fungsi menjadi meja tenis meja.

Jam 13.00 sesuai dengan jadwal, peserta KMD telah berkumpul di aula, aduh ternyata belum ada MC, dirigen juga qori’nya, akhirnya kami mengambil dari peserta KMD, he3X, untungnya utusan dari kwarcab Sumenep juga terlambat datang, jadi kami tidak terlalu malu karena ternyata pembukaannya molor hampir satujam.

Menjelang Ashar saya pamit tuk istirahat, he3X, ternyata menjelang jam 16.00 saya baru bangun, padahal seharusnya saya standby di aula karena acaranya adalah pembagian kelompok.

Malamnya evaluasi, he3X, kesimpulan dari saya: Untungnya sebagian besar panitianya adalah orang-orang Pramuka, jadi tetap kompak saja, seakan tidak ada perbedaan antara asatidz, muallimin juga peserta, hanya ada antara kakak dan adik-adiknya.

Read More...

Kunjungan

free hit counter
 

KhuzaiE menggunakan Revolution Two Church theme oleh Brian Gardner adaptasi ke Blogger oleh Bloganol dot com