New Moon: Dua Cinta

Seperti segalanya dalam hidup, aku hanya memutuskan hendak berbuat apa dengan kehidupan yang kumiliki sekarang.
- Carlisle
Liburan kemarin mampir Togamas, berbekal uang 300 ribuan saya mau hunting novel, terus juga nyari novel Tunnels III pesanan MiWa -yang ternyata belum ada.
He3X, bukan Khuzaie namanya kalau tidak lama-lama di toko buku, meski tidak banyak buku yang saya beli tapi ternyata hampir dua jam saya di sana, dan akhirnya dengan 4 seri Twilight dan juga Brissingr saya tinggalkan Togamas dan lanjutkan perjalanan.
Dah hampir sebulan sejak itu, baru 2 seri Twilight yang saya baca. Baca novel ini termasuk perjuangan, bukan karena cerita jelek atau membosankan, tapi karena diceritakan dengan sudut pandang tokoh utama yang perempuan dan lebih banyak cerita dan kata-kata romantis *gak gw bgt deh* lembar demi lembar buku ini saya lalui dengan perlahan.
Meski sudah menyelesaikan Twilight dan berlanjut ke New Moon, kayaknya sedikit banyak timbul penyesalan juga beli buku ini, atau paling tidak ada rasa bosan juga yang menjalari perasaan saya; tapi MiWa mana ya, kayaknya saya butuh selingkuhan selingan dengan membaca buku lain, mungkin Tunnels atau  Brissingr, atau sekalian ja nyari pinjaman ke Zizil -yang ternyata kemarin berulang tahun dan walah, masak ada yang salah kirim ucapan selamat ulang tahunnya ke saya. Atau nyari cara tuk menghubungi VQ atau Bening sekalian; Pope Joan-nya...
Tapi sebelum itu semua, sepertinya lebih baik saya selesaikan job saya di MA dan juga beradaptasi dengan mapel baru: Bahasa Arab -yang berari sirna sudah cita-cita saya tuk pindah ke Bahasa Inggris atau IPA. Ah sudahlah, sebagai manusia saya telah berencana dan berusaha, tapi hasil akhirnya tetap di tangan Allah, dan akhirnya dengan ucapan BASMALLAH saya berharap semoga segala yang saya lakukan senantiasa sesuai dengan ridho-Nya; agar cahaya segera kan terbit terangi hati dan perasaan ini yang kian kalut...

Read More...

Illuminati: Breaking Dawn

Liburan kali ini saya banyak mengobrol dengan banyak orang, bercanda, tertawa. Ada banyak hal positif, akan ada banyak perubahan setelah ini; Hari-hari baru kan bermula dari sini, hari-hari yang lebih gelap dan sepi...
"Adakah cahaya menerangiku kala kulintasi jalan tanpa dirimu..."
-Utopia, Lelah

Read More...

Masih Cinta

Teman-teman di RASDA sering bertanya-tanya kenapa saya sering request lagunya Kotak yang Masih Cinta; "hayoo, masih cinta siapa?" he3X, masih cinta Princess kaleee. Imut-imut dan cueknya itu lho bikin penasaran...

Nah, setelah liburan ini bagaimana. Lagu baru donk; Luna lagu dari album kedua Garasi.

Read More...

It’s Gonna Be Another Days With(Out) The Sunshine

Hari-hari tanpa OL rasanya ibarat hari-hari tanpa cahaya. Apa yang hendak saya renungkan hingga akhir bulan Shafar alhamdulillah sebenarnya sudah saya temukan jawabannya dalam minggu ini, lagipula hubungan saya dengan Tante juga dah membaik. Tapi saya sudah berjanji –mungkin saya tidak akan OL satu bulan penuh, maka itulah sebabnya saya sering ingkar dengan curi-curi OL seperti ini.Rasanya ini juga tak lepas dari kedatangan Puput ke sini beberapa hari yang lalu (Ahad, 8 Februari), Puput datang bersama keluarganya, karena memang sedang libur kuliah dan adik perempuannya yang masih sekolah di sini minta dijenguk. Alhamdulillah, kami sempat ketemu untuk ngobrol, di tengah hari di depan ruang penginapan.
Pertemuan dengannya dari dulu pasti tidak pernah berjalan serius, selalu berisi gurau dan gurau terus, mulai dari saling ledek, ejek-ejekan, dia melempar saya dengan flashdisk bahkan kucing ^-^, selain itu juga nostalgia ke masa lalu, dan akhirnya baru berbelok ke diskusi.
Sebenarnya topik bahasannya cukup ringan; Persahabatan. Hanya saja sekarang ditinjau dari segi psikologi dan filsafat sesuai dengan jurusan kuliah kami masing-masing.
Akhirnya sampai pada kesimpulan bahwa seringkali pemahaman saya tentang mengerti dan dimengerti ternyata salah, bahkan bisa dikatakan definisi sahabat yang selama ini saya pakai seharusnya saya rubah, bila tidak selamanya saya tidak akan menemukan teman yang menganggap saya teman sebagaimana saya menganggap mereka teman, karena sebenarnya saya sendiri tidak pernah memposisikan diri saya sebagai sahabat mereka, padahal seperti kata Tante;“Satu-satunya cara menemukan sahabat adalah dengan menjadi sahabat.”
Meminjam kata-kata Joker;“Why so serious?” Ya, rasa-rasanya terlalu serius memikirkan dan menanggapi apa yang saya alami itulah yang seringkali mengantarkan saya pada kebimbangan dan kekacauan yang sangat. Hati dan perasaan saya tidak secuek penampilan luar saya.
Selain itu, saya masih seperti dulu, belum siap tuk menerima kehilangan. Bagi saya teman dan sahabat adalah sesuatu yang berharga, mungkin sama berharganya dengan seorang pacar bagi mereka yang mencintai dan dicintai. Parahnya saya seringkali sibuk dengan dunia saya sendiri dan kurang memahami perasaan mereka.
Di tengah obrolan kami, ayah Puput datang disusul paman dan keluarganya yang lain, tapi saya tidak melihat ibu dan adik perempuannya. Akhirnya, kami semua berkenalan dan ngobrol bareng, he3X, untungnya sedikit-sedikit saya masih ingat boso kromo alus dan tidak ada perbedaan mencolok antara Bahasa Jawa di Gresik dan Rembang.
Di tengah pertemuan kami Puput mengotak-atik HP saya, entah apa yang dicarinya dan ketika mengembalikannya dia tersenyum, ternyata yang dibukanya adalah folder foto hasil jepretan kamera HP saya ini, yang ternyata di dalamnya ada foto salah seorang teman sealumni Tante –Suer, bukan saya yang menaruh di sana. Pasti kerjaan Tante…
Adapun tentang cinta, itu bukan topik yang biasa kami bahas, saya bersyukur punya teman seperti dia, karena dia adalah sedikit di antara wanita yang memahami saya dan prinsip saya. She is Sanvalery, she is shine of peace and victory. Kedatangannya selalu membawa cahaya kedamaian.
Masih ada waktu setengah bulan lagi untuk akhiri renungan pribadi ini, meski saya sudah bilang saya telah temukan jawabannya, tapi apa yang saya temukan sekarang rasanya belum lengkap tanpa kata-kata dari seseorang lagi, seorang putri yang menjadi bukti bahwa saya tidak salah memaknai Artzhevant sebagai zest, honesty, and valiant.
Saya akan mengutuki diri saya selamanya bila apa yang saya lakukan membuatnya membenci saya. Bila dia sudah memberi saya kepercayaan sebagai seorang teman seharusnya saya juga dengan setia menjaga kepercayaan itu dengan kesetiaan seorang shinobi. Akankah dia masih mempercayai saya sebagai seorang teman dan memaafkan segala kesalahan saya, hanya Wallahu a’lam.
Tinggal setengah bulan lagi, seharusnya saya tidak boleh curi-curi OL lagi, atau paling meski ada tugas dan kewajiban yang mengharuskan saya OL, saya tidak boleh mengaktifkan YM apalagi sampai melihat fotonya. Sudahlah, cukup nadhroh wahidah saja.
Tiba juga di akhir tulisan ini, sebaiknya saya bersiap menghadapi hari-hari tanpa cahayanya…

Read More...

Illuminati: Lightning Princess

"There will be a day when you will wish you had done a little evil to do a greater good."
-Princess Sybiila, Kingdom of Heaven

Anda percaya akan adanya kebetulan? Kalau ya, saya minta maaf karena saya tidak. Bagi saya segala hal di dunia ini adalah terencana dan ada dalam kuasaNYA.

Tapi ternyata ada banyak hal di luar kehendak dan rencana saya yang ternyata banyak merubah hidup saya, itulah takdir darinya dan saya yakin itulah yang terbaik bagi saya. Termasuk hal yang membuat saya menulis posting ini;

Sebagaimana yang saya tulis pada posting sebelumnya, saya coba untuk tidak online hingga akhir bulan Shafar. Ooops, ternyata di hari ketika saya melanggar justru ALLAH menampakkan terang wajahnya, bila kemarin saya lihat senyumnya sekarang saya lihat fotonya...

Alhamdulillah. Ini memang waktu yang tepat.

Dan akhirnya... Masih jelas terdengar di kepala saya kata-kata K. Idris;"Siap dulu baru mencari" lalu mungkin inilah kata yang kan jadi kata terakhir untuk cinta;"Carilah istri yang sholihah dengan mensholihkan diri..." Ada banyak hal dalam diri saya yang harus saya perbaiki.

:Mungkin suatu saat anti kan baca tulisan ini. Inilah saya, saya tidak tahu harus bilang apa, insya ALLAH saya adalah Khuzaie yang dulu anti kenal. Semoga ALLAH senantiasa bersama kita, perjalanan ini masih panjang...

Read More...

Shofar: So Far

Masih ada beban dalam kepala saya sejak kepulangan dan kedatangan Tante yang tanpa pamit, saya merasa begitu tidak berharganya hingga keluarga yang sekarang berada paling dekat saja tidak menganggap saya.Sudah sedemikian jauhkah jarak antara kami.

Saya kecewa,dan kalau sudah begitu rasanya seakan jadi orang lain saja, saya merasa janggal dengan sikap saya pribadi yang tak lagi berprinsip, melupakan mimpi juga cita-cita.

Tapi semua murni salah saya pribadi, bila dibandingkan Kak Dho juga Tante saya terlalu cuek, egois, childish, he3X, rasa-rasanya semua kejelekan tak hilang-hilangnya dari diri saya.

Ah sudahlah, semuanya sudah lebih sebulan berlalu, untuk apa disesali. Lebih baik saya berterimakasih pada mereka yang peduli dan mengerti betapa kacaunya saya saat itu, juga padanya yang indahnya saya jadikan 'penerang' dalam kegelapan saya, tapi sebaiknya saya juga minta maaf karena betapa lancangnya saya mengaguminya.

Bukankah lebih baik saya merencanakan hari esok dan segera menjadi diri saya sendiri. Dan itulah kenapa saya menulis posting ini; Saya hendak pamit.

Insya ALLAH mulai hari ini hingga akhir bulan Shofar kelak saya tidak akan online dan menyusul setelah tidak mengaktifkan nomer HP, saya ingin lebih banyak merenungi diri saya juga lebih mendekatkan diri padaNYA, selain itu saya juga ingin menjalin keakraban lagi dengan teman-teman terutama Tante yang rasanya kian lama kian renggang saja.

Saya juga harus lebih sering menghubungi keluarga-keluarga di rumah, he3X, saya jadi ingat pesan ibu dulu, beliau gak mau kalau sampai saya menikah dengan orang Madura, aduh apa ya komentar beliau kira-kira kalau ternyata nanti setelah menyelesaikan kuliah saya jauh dan kian jauh dari rumah.

Adapun tentangnya *he3X, saya belum juga menyelesaikan puisi yang kemarin* tapi bukankah saya sendiri sudah bilang; "...saya tak ingin menyakitinya meski hanya dengan keinginan tuk memilikinya" satu bulan ke depan saya kan lalui hari-hari saya tanpa cahayanya, ketika itulah saya coba merenung dan meyakinkan hati saya; Apakah ini nafsu, emosi, ataukah cinta...

Ini ikhtiar saya tuk berubah, kini saatnya berserah padanya, apapun hasil yang saya peroleh insya ALLAH itulah yang terbaik bagi diri saya. Saya bukan orang suci yang selalu mendapat petunjuknya, saya juga tak punya banyak teman tuk mengingatkan saya bila lupa, tapi bukankah kesadaran tuk mengingatkan diri sendiri juga tak kalah pentingnya.

Sampai jumpa bulan depan, kawan atau siapapun anda. Do'akan saya.

Wassalamu'alaikum wa rohmatullahi wa barokatuHU.

Read More...

TAHTA - Aku Masih Di Sini

Nyari lagu yang sesuai dengan mood, kalau lagu baru sepertinya tidak ada yang cocok ya sudah hunting lagu lama, dan rasanya inilah lagu yang paling cocok:

Tahta - Aku Masih Di Sini

Bungkamlah mulutku
Ketika ku tahu ku mulai banyak bicara
Tentang kita

Kau tau ku rindu biarkan saja aku
Terus mengagumimu dan Simpan cerita
Tentangmu kau jauh dariku

Biasanya sepi menemaniku
Takkan hilang sampai kau kembali ke sini

Aku masih di sini
Aku menunggumu
Sampai kau kembali lagi
Tetap begini

Kau tau ku rindu biarkan saja aku
Terus mengagumimu dan miliki semua
Darimu kau jauh dariku

Biasanya sepi menemaniku
Takkan hilang sampai kau kembali ke sini

Saya merindukan dia yang saya kenal dulu, tapi rasanya sayalah yang seharusnya menjadi diri saya yang dulu dia kenal. Saya sendiri merasa aneh dengan sikap saya, ini gak gue banget gitu. Benar mungkin sumiya al-qolbu qolban bikatsroti taqollubihi: Dinamakan hati karena memang seringnya bergejolak...

Read More...

PKM: Day 4

Selasa, 27 januari 2009-

Mulai hari ini tidak ada sesi, job sudah agak berkurang. Tapi saya gi ngambek, he3X, masak nulis jurnal selama 4 hari ini tidak dapat tanggpan sama sekali... Udah, saya gak mau nulis lagi.

Read More...

PKM: Day 3

Senin, 26 Januari 2009-

Hari in sesi cuma diadakan pada pagi hari, siang dan sorenya akan diadakan outbond. Rupanya pemateri tingkah lakunya tetap saja, masih ada yang bolos dan ada juga yang terlambat dengan berbagai macam alasan. Ah sudahlah, saya jalankan saja kewajiban saya tuk melaporkan mereka. Mode tega bin sadis: ON.

Nah, acara outbondnya yang seru. Ada waktu 3 jam, rutenya tidak terlalu jauh sih dan rasanya 11 permainan yang kami persiapkan tidak akan makan waktu lama, nah yang jadi masalahnya adalah jumlah peserta; 184 orang dibagi dalam 20 kelompok! ~ah

Read More...

PKM: Day 2

Ahad, 24 Januari 2008-
Tidak jauh berbeda dibanding hari kemarin, malah lebih capek. Banyak teman yang kehilangan semangat, karena tidak ada listrik juga karena kekurangan air hingga kesulitan mandi.
Saya berharap hujan kan turun lagi hari ini, saya ada presentasi sore ini tapi saya benar-benar tidak ada persiapan. he3X, rupanya do'a saya terkabul, tapi terlalu cepat karena belum jam 10.00 mendung dah gelap-gelapnya dan sudah mulai hujan sebelum jam 11.00 dan ternyata reda sebelum jam kuliah saya, alhasil saya beranikan diri tuk masuk kuliah, rencananya sih mau jelasin baik-baik ke pak dosen.
Syukurlah beliau masih memaafkan saya, dan memberi kesempatan tuk mundur minggu depan.
~ tapi malu ke b'Ren...

Read More...

Kunjungan

free hit counter
 

KhuzaiE menggunakan Revolution Two Church theme oleh Brian Gardner adaptasi ke Blogger oleh Bloganol dot com