Ujian (7)

Hi3X... hari ini ada materi Kompil; Tiap tahun pasti ribet dan rasanya hari ini tambah ribet... ^-^

Read More...

Ujian (6)

hari keenam ujian. Rasa capek dari Gili kemarin masih tersisa hingga hari ini -tapi tetap semangat...

Read More...

Journey to Gili: Rani's Marriage

Alhamdulillah, kami (ArveZhasty) dapat menghadiri walimah salah seorang teman kami, Rani di giligenting. Rombongan Arven datang terlebih dahulu disusul rombongan Zhasty (juga Quinz dan Rose -afwan saya gak lihat siapa saja anak putri yang datang, info ini dari M.U) yang didampingi oleh ust. Slamet Fiddien.
Perjalanan yang menyenangkan, bila teman-teman Zhasty menggunakan kapal yang memang armada transportasi resmi Lobuk-Pagar Batu, maka kami para Arvenian hanya menggunakan tongkang tuk menuju ke pulau Gili. 27 teman yang ikut terpaksa bersesak-sesakkan ketika di mobil juga harus berbagi ruang di tongkang, berbasah-basah ria karena ombak yang cukup besar.
Meski kami terlambat mengikuti resepsinya dan tidak mungkin mengikuti ceramah agamanya, tapi alhamdulillah ayah mempelai juga mempelai pria yang menyambut kami mengaku senang dan sangat tersanjung dan tentu tidak lupa kami ucapkan terima kasih pada mereka atas penyambutannya serta bersyukur pada Allah karena mampu menambah ikatan silaturrahmi.
Kurang lebih jam 16.30 kami pamit untuk pulang. Kami menggunakan kapal yang sama karena hanya kapal tersebut yang bersedia (memang biasanya tidak ada kapal yang melayani penyeberangan di malam hari). Perjalanannya juga tak kalah seru, angin dan ombak cukup kencang mempermainkan kapal yang kami naiki hingga beberapa teman putri mabuk laut.
Dulu kecil saya pernah nyaris mati tenggelam di laut, meski tidak menyisakan trauma, namun tetap saja saya merasa tidak nyaman dengan perjalanan ini, di saat teman-teman lain bercanda dan tertawa-tawa, saya lebih memilih baca do'a, baca shalawat banyak-banyak, juga mengaji menggunakan mobile Qur'an.
Langit Gili begitu indah, baik pagi siang apalagi malam. Mengamati matahari terbit juga terbenam di pantai mengingatkan saya akan rumah -hi3X, apa benar nanti saya berjodoh dengan wanita yang rumahnya jauh dari laut? --wallahu a'lam. Bulan sabit di langit malam ini mengingatkan saya pada senyumnya -akankah saya melihat senyumnya sekali lagi?
Alhamdulillah menjelang isya' kami sudah sampai di Sumenep daratan. Mobil yang kan mengantar kami menuju AL-AMIEN rupanya sudah menunggu kami. Hari yang melelahkan, tapi sangat menyenangkan...
_ _ _ _ _
Fotonya nyusul ya...

Read More...

Yang Masih Membekas dari 5Cm

...makin idealis seperti Arial, tambah cinta warna hitam-putih-merah seperti Zafran, tambah hobby main game seperti Ian, masih mendam cinta seperti Genta -meski tidak naksir cewek yang seperti Riani...

Read More...

29 Juli: Dua Hari Menjelang Deadline

- (masih) belum nambah meski cuma satu huruf... *gawat

Read More...

28 Juli: Tiga Hari Menjelang Deadline

*ada setan jahat lewat -dia bilang: "Tahun depan... tahun depan... tahun depan..."

Heran pada diri sendiri nih; dah diancam, dah dinasehatin dan dikasih support, tapi ternyata tetap ja gak buat saya punya keinginan tuk ngerjakan skripsi, Padahal resikonya kan dah jelas di depan mata; selesain proposal skripsinya tepat waktu atau wisudanya mundur ke tahun berikutnya lagi! *^-^, tapi kok gak ngefek ke saya ya...

Read More...

27 Juli: Empat Hari Menjelang Deadline

- Belum sehuruf pun. . .

Read More...

Ujian (4)

Hari keempat ujian, tugas sebagai pemberi nomer tidak selancar biasanya -ada masalah di mapel Tarbiyah-Sejarah pendidikan, sebagian ditaruh di dua lembar jawaban, namun yang menyatukannya juga tidak kalah banyak. Bingung ~saya tinggal aja ah, nyari Vicky di kantor Panuj dulu minta pertimbangan dia gimana baiknya.
Fiuuuh, capek banget, kayaknya dah mau K.O pada jam terakhir -padahal ada dua materi: Imla' dan Khot. Daripada boring dan nyiksa diri, mending refreshing dulu ke kantor. Tinggal Vicky dan Zein; Vicky gi belajar keyboard, Zein sedang bersih-bersih, saya ikutan Vicky ja, ikut-ikutan nyayi -yang ternyata lagunya Radja yang berjudul angin.
Hemzzz, belum ilang juga boringnya, kayaknya lebih baik ke kantor CKP nih, shalat dan minum segelas kopi (saya tidak puasa hari ini) -alhamdulillah, ilang juga akhirnya tu boring, kembali kerja dan selesai juga ternyata.
Ah, tinggal berapa hari lagi sih ujian nih?

Read More...

Ujian (3)

Hari ketiga ujian, alhamdulillah tetap enjoy seperti hari kedua.
Hi3X, saya tidak sadar kalo saya tidak lagi punya celana bersih -tinggal dua celana di kotak; celana kargo hitam dan celana warisan dari tadz Jamal yang seakan jadi celana 3/4 karena ukuran kaki kami jauh berbeda ^-^.
Akhirnya saya pakai saja celana yang hitam, karena tidak termasuk ziyyut-ta'lim dan tidak seharusnya saya kenakan di saat jam-jam masuk kelas, maka saya berdiam dan tidak keluaran dari kantor pemberi nomer, corat-coret di atas kertas membuat beberapa sketsa... *hi3X, kapan ya bisa buat sketsa wajah yang mirip? -mudah2an yang punya wajah tidak marah karena gambar yang saya buat tidak pernah benar, entah matanya terlalu lebar atau hidungnya terlalu besar, yang jelas selalu saja ada yang salah... Padahal semuanya saya buat berdasarkan foto, bukan semata mengandalkan ingatan ^-^
Saya kok masih saja kesulitan mengingat wajah seseorang, makanya ketika bertemu seorang teman di IDIAmart kemarin saya tidak menyapanya karena takut salah, lagian dia juga tidak nyapa. Dalam kaidah Matematika memang bila min ketemu min jadinya plus, tapi kaidah tersebut takkan berlaku dalam interaksi sosial, jangan berharap bila orang cuek ketemu orang cuek bisa jadi persahabatan yang rame.

Read More...

Ujian (2)

Hari kedua ujian, tugas di pemberian nomer sangat ringan karena cuma satu materi per khisshoh.
Siangnya harus hadir ke kampus tuk ujian materi Dunia Islam Kontemporer (D.I.K) -hi3X, sorry ya teman-teman, saya selesai duluan seperti biasa.
Ada kejadian unik sebelum masuk ruang ujian; Ada mading yang dipampang -lha, kok ada puisi dia, puisi yang sama dengan yang ditulis di blog --jadi pingin nulis puisi juga*. Lama tidak ngobrol dengannya, rasanya etika mengobrol saya kian kacau saja (pakai lho-gue, kamu-aku). Andai semua teman selalu mampu mengahdirkan perubahan positif dalam diri saya, dan andai saja saya mampu hanya memberikan hal-hal positif saja untuk mereka...
_ _ _ _ _
* Sebagai salah satu upaya tuk kembali nulis puisi, kemarin saya minta ke Gabriel account berikut password blog (pertama) SSA di blogspot, alhamdulillah dikasih. Let see, apa yang bisa saya lakukan...

Read More...

Kunjungan

free hit counter
 

KhuzaiE menggunakan Revolution Two Church theme oleh Brian Gardner adaptasi ke Blogger oleh Bloganol dot com