| Stiker KMD 09/30
| Logo PKM 09/30
Sebuah Nama Sejuta Kisah Seorang Sederhana
D2
Setelah semalam nulis raportnya anak-anak, menjelang shubuh -mumpung belum imsak- saya berniat menelfon d2 untuk menjelasakan keadaan komputernya, ternyata tidak diangkat. Ya sudah, akhirnya saya sahur seadanya, menunggu shubuh dan -balas dendam- tidur.
Dede
Eh, ternyata belum lama tidur Zen memaksa saya bangun.
Zen: "Bangun Ie, ayo ngadep mudir, anak kamu ada yang masuk The Worst Ten, Dede sama Tony"
Saya: "Hah..."
Ya sudah, saya bergegas dan datang ke tempat kumpul, untung belum terlambat, setelah saya lihat daftar nilai yang ada, wah ternyata parah, saya tambah kian yakin kalo saya gagal menjalankan amanah yang diberikan pada saya. Bayangkan saja, dari 187 anak, ternyata Dede berada di posisi paling buncit, 187! Ternyata kebanyakan anggota saya prestasi akademisnya merosot, penyebabnya bisa jadi adalah karena saya terlalu memanja mereka dan kurang aktif di tengah-tengah mereka, ada waktu dua bulan untuk perbaiki itu semua, bila ternyata gagal mungkin sebaiknya mengundurkan diri saja.
De2
Menjelang Dzuhur mbaknya MiWa nelfon *he3X, ya ampun ternyata namanya belum saya ganti. Karena sudah saling kenal, mungkin sebaiknya saya tulis saja namanya, De2* Dia bilang kalau file yang dia terima dari panitia PKM putra ternyata menggunakan format DOCX -Microsoft WORD 2007- padahal di kantor-kantor putri tidak ada komputer yang menginstallnya, alhasil file tersebut tidak bisa dibuka.
Karena saya masih belum menyelesaikan penulisan raport kelas saya, maka saya minta tuk menunggu kabar selanjutnya dari saya, dan ternyata saya baru mengambil file tersebut dari kantor ISMI lalu mengantarkannya menjelang jam 14.00 *sudah seharusnya saya minta maaf karena telah membuatnya menunggu* dan ternyata setelah semuanya beres, saya baru sadar kalau meskipun hari ini hari rabu, tapi sekarang tanggal sepuluh dan saya puasa... *aduh* lagi-lagi saya ingkar janji.
Alhamdulillah, karena ternyata selesai juga bila dikerjakan. Hal tersebut tentunya setelah melewati pemupukan semangat dan juga pelampiasan, he3X tenang saja, saya tidak melampiaskannya dengan hal yang macem-macem, saya melampiaskan kejenuhan saya dengan berolah raga, lari-lari, loncat-loncat, dan -yang sedikit usil- berlatih tinju. Kebetulan ada sansak di kamar mandi asrama saya *yang sebenarnya adalah bola nilon berisi pasir, yang digantung dan digunakan untuk berlatih smash olah raga Volly* selain itu juga ninju macam-macam, mulai dari tembokm, tiang jemuran *tenang-tenang, kalau ninju orang belum*
Selain itu tahun ini tukang cukur langganan saya sudah tidak ada lagi, dulu kan ada kak Dho yang siap nyukur sekaligus nasehatin saya paling tidak dua bulan sekali, namun karena sudah lulus s1 sekarang dia di Malang. Nah, yang gantikan kak Dhi motong rambut saya kebetulan ternyata juga bagian akademik MTs, hanya saja kali ini yang nyukur rambut saya adalah adik kelas saya dua tahun.
Terus model rambutnya bagaimana? Seperti biasa, -yang kata Berril sesuai dengan tugas struktural saya dulu- SASak abizzz… Ha3X, uniknya wanita yang pertama kali saya temui dengan rambut baru saya adalah… *he3X* mbaknya Miwa, it was our first meeting. He3X, awalnya cuma melanggar janji tuk tidak SMS, berlanjut ke nelfon, eh ketemu deh akhirnya. Astaghfirullah…
Pernah suatu hari saya mengaktifkan YM hampir tengah malam, ternyata dia juga sedang OL, saya bermaksud mengajaknya chat, he3X siapa sangka ada fotonya *Bukan avatar dan tidak seperti fotonya yang biasa yang…* dan ternyata langsung diganti dengan avatar.
Entah, foto tersebut memang fotonya atau bukan, pokoknya untung tidak terlalu lama lihatnya, jadi…
Hayoo, siapa yang mau tanggung jawab kalau nanti saya naksir beneran. He3X, kebayang kan gimana kalau seorang werewolf melihat purnama, bila itu terjadi seorang Khuzaie takkan jadi dirinya sendiri, lupa akan semua prinsip juga mimpi-mimpinya.
KhuzaiE menggunakan Revolution Two Church theme oleh Brian Gardner adaptasi ke Blogger oleh Bloganol dot com