Biru... Aku Jadi Ingat Kamu

Sudah tanggal 5 Juli rupanya, tahun lalu di tanggal ini kesendirian ini bermula:
Saya masih betul isi SMS Puput pagi itu: "k2 blg ap k Mtqtk, kok kt tmn2 k2 neror dia?" hah... kok bisa-bisanya saya dituduh meneror Mtqtk, jangankan meneror, nomer HPnya saja saya tidak punya. Siangnya saya dapat kaos dari kak Dlo, warnanya biru, ternyata ole-ole dari Tante dibelikan di Malioboro ketika dia rihlah. Ukurannya kekecilan, jangan-jangan Tante mengira-ngira ukuran baju saya dengan ukurannya, 3-4 tahun mungkin hampir sama, tapi sekarang saya lumayan lebih tinggi darinya.
Ah sudahlah, saya tidak mau melanjutkan tulisan ini, menulis tentang hal ini hanya akan menambah kekecewaan dan rasa kehilangan saya, lebih baik saya mendengarkan lagu dan bernyanyi:
Bm        D        G          Em
ku lepas memori ke masa lalu
Bm D G Em
menembus batas waktu
Bm D G Em
ku bebaskan otak melayang jauh
Bm D G Em
menyelimuti takut dan ragu

Bm D G Em Bm D F#m Em
BIRU ... aku jadi rindu kamu ...
Bm D G Em Bm D F#m Em
BIRU ... aku jadi ingat kamu ...

Bm D G Em
Tak juga hilang kenangan yang dulu
Bm D G Em
jejali pikiranku
Bm D G Em
andai ku bisa menghentikan waktu
Bm D G Em
sempurnakan semua kelakuanku

Bm D G Em ...

Read More...

Whatever...

Malamnya, setelah Isya’ saya langsung tidur dan bangun lewat jam sepuluh. Saya pergi ke kamar Jack, saya sudah berjanji tuk membantunya mengerjakan tugas pak Hamzah, kami berdiskusi lumayan lama, pokok permasalahannya adalah tentang problematika dalam penelitian filsafat, sesuai dengan tugas pak Hamzah yakni membuat makalah berisi problema dalam penelitihan filsafat. Dari diskusi santai ini baru saya ketahui bahwa sebenarnya Jack tidak sepenuhnya paham tentang sistematika penulisan tugas ini. Akhirnya Jack membuat keputusan bahwa makalah yang akan dia buat adalah tentang perlunya pemahaman akan bahasa asli dari naskah atau buku yang diteliti, kamipun mengingat-ingat penjelasan pak Hamzah tentang itu. Saya memberinya saran agar deskripsi yang dipakai mengutip saja dari buku, setelah itu baru dirumuskan masalahnya. Tugas tersebut baru rampung menjelang jam setengah-sebelas, semoga saja diterima, bila ditolak lagi, maka ini sudah judul keempat yang dia ajukan.
Sudah jam setengah-satu, mungkin karena tadi pagi sudah puas tidur dan setelah Isya’ juga sudah tidur, maka saya sama sekali tidak merasakan kantuk. Saya bertemu Opunk, tengah malam begini ternyata dia belum tidur karena dia hendak berangkat ke Surabaya, dia bertanya pada saya apakah saya tidak mau menitip apa-apa karena dia juga mau ke Gresik dan ternyata Kak Dlo juga ikut. Hmhmmm, ternyata baik Kak Dlo dan Tante juga sama saja, mereka selalu lupa memberi saya kabar setiap kali saya pulang, saya jadi ingat Puput, dia juga sering lupa pamit… Mungkin persepsi saya tentang pamit lah yang harus dirubah, karena saya sering dikecewakan karena ini. Bagi saya pamit ketika hendak berangkat menunjukkan penghargaan kepada orang yang dipamiti, maka dari itu sebisa mungkin saya berusaha pamitan kepada orang-orang terdekat saya bila hendak berangkat kemana-mana. Masalahnya, karena ini saya kecewa pada Puput, pada Tante, pada Kak Dlo dan bila diteruskan maka daftar nama ini akan bertambah terus dan terus, kecewa lagi dan lagi…
Sudah jam satu, tapi saya belum ngantuk juga, mungkin sebaiknya saya tahajjud sekalian. Saya pernah dengar dari teman Cahaya bahwa dia adalah orang yang mewajibkan dirinya untuk shalat tahajjud, betapa menariknya punya teman seperti itu… ah sudahlah, saya memang berharap bisa berkenalan dengannya liburan Ramadhan ini, tapi sebelumnya saya harus memadamkan rasa yang berkecamuk di dalam hati saya, apapun namanya… cinta, nafsu atau apalah, yang jelas bila Allah menakdirkan kami menjadi sahabat, saya harus menjaga murninya persahabatan kami nanti, bukan karena dia sudah ada yang punya, bukan karena saya takut kecewa, tapi karena selama ini cinta seakan telah merenggut sahabat-sahabat terbaik dari hidup saya.

Read More...

Respect (II)

Setelah lumayan lama beraktifitas dengan blog, saya tersadar kalo blog saya terlalu egois, hanya menulis saya, saya dan selalu saya. Maka saya putuskan untuk sedikit perubahan format pada blog ini, bila sebelumnya kebanyakan hanya berisi cerita tentang keseharian saya dan juga karya-karya saya, maka untuk posting-posting yang akan datang saya akan menyrlipkan pula kata-kata bijak dan mugkin juga tips dan hal-hal lain baik berupa info maupun tips yang sekiranya bermanfaat bagi diri saya pribadi maupun orang lain.
Mungkin yang pertama adalah tentang sakit gigi. Ya ALLAH, ternyata rasanya begitu fantastis. Gara-gara lubang pada gigi ini ternyata yang merasakan akibatnya adalah seluruh badan saya, mulai dari mata, telinga dan tentu saja kepala. Rasa-rasanya syaraf di seluruh tubuh saya tidak beraktifitas sebagaimana biasanya, adrenalin saya seakan dipacu lebih cepat, saya jadi tidak tenang terjun tapi juga tak dapat melakukan sesuatu dengan konsentrasi selainitu emosi saya rasanya meluap-luap terus, wah3X, saya hampir merasa kalo saya telah menjadi orang lain semenjak sakit gigi ini.

Read More...

Res


Read More...

The -Last- Arvenian Knight (Lupin's Story)

Ketika menulis posting ini saya sedang memakai baju shof ARVEN. Warna merahnya mengingatkan saya pada Leonidas dan 300 prajurit Spartan-nya, merah baju ARVEN memang senada dengan merah SPARTAN. Sedemikian jauhnya saya berhayal sehingga saya membayangkan menjadi Leonidas, menyemangati para Arvenian tuk berjuang sekuat tenaga: For Arvenian...!!! Lalu saya tertawa sendiri dalam hati. Bila merenung lebih jauh lagi, apa sih artinya saya di antara 192 Arvenian yang lain, mungkin ada yang menganggap saya sebagai teman seperjuangan, seorang artisan, tapi diakui atau tidak hingga saat ini saya rasa masih ada yang menganggap saya sebagai duri dalam daging. Bila membandingkannya dengan dunia sihir di Harry Potter, mungkin keberadaan saya layaknya darah lumpur di antara golongan penyihir berdarah murni.
Sayapun mengingat lebih jauh ke masa lalu, saat pertama kali datang ke sini. Sejak awal tempat ini laksana Hogwart bagi saya, ada banyak keajaiban dan ada banyak hal menarik yang bisa saya pelajari di sini. Ketika Syu'bah, waktu pertama kali bertemu Leirbag, dia mengira saya anak BRIBOZ saya tidak bisa menyalahkan kesalahpahamannya, waktu itu tinggi saya hanya 140 Cm -paling pendek nomer dua se-shof Argensieca- lagipula teman-teman akrab saya kebanyakan juga anak-anak BRIBOZ -Yang Reguler, Heroicazura- karena memang sikap saya lebih cocok dan sesuai dengan mereka dibanding teman-teman Argensieca, ha3X, saya memang masih sangat kekanak-kanakan ketika itu. [bersambung]

Read More...

SEKOLAH

Lama tak sekolah, ensiklopedia tak pernah kubaca
Kuharap wali kelasku tak tahu
Karena beliau tentu marah
Lalu menjewer telingaku hingga merah

Lama tak sekolah, aku tergoda tuk kembali membaca
Entah mengapa ku begitu rindukan buku
Ada syahdu rindu juga haru-biru
Ada malu juga sesal masa lalu
Karena di tiap tahun ajaran baru
kami selalu mencipta kekurangajaran baru

Aku rindu guru Bahasa Inggrisku
Bajunya merah, senyumnya manis tak pernah marah
Ku masih berhutang senyum manis padanya
Karena ku tak pandai membaca apalagi bicara
Di depannya ku selalu kehabisan kata.

Aku rindu guru Bahasa Indonesiaku
Dia berjanji pinjamiku sebuah buku
Lalu padanya kujanjikan karya.
Aku masih penasaran nilai ujianku
Karena waktu itu selasa, ketika tahun baru tepatnya
Hingga aku lupa dan tak belajar karenanya.
Bila ku teringat dia ku kan tertawa
Karena ketika terakhir kali bicara
Bukannya membahas tata bahasa
Dia malah ajariku do'a puasa

Tapi ku paling rindu pada guru IPA
Karena cantiknya sepasti Fisika
Tapi sealami Biologi tanpa bahan Kimia
Ah sudahlah, nilai IPA-ku kan selalu 3
Hingga tiap kali bertemu ku merasa sungkan
Terlebih bila PR darinya belum kukerjakan

Lama tak sekolah, ku baru tersadar rupanya:
Sekolah tak memberiku cukup bekal hadapi dunia.

01 01 2008

Read More...

Hujan

Aku ingin menangkap hujan
Lalu abadikannya dalam puisi,
untukmu
Agar rindu ini segera rega
Lalu setelah tumbuh cinta

Read More...

888444777782888255533777999: Qzst Bzgzxjt

Bulan itu jauh
Bintang itu jauh
Tapi malam pekat takkan buatku tersesat
Karenamu dan cahayamu begitu dekat
Karenamu dan senyummu begitu hangat

08 Juli 2007

Read More...

Putus

Hari sudah malam. Senja di pipimu tumbuh di hatiku subur tertanam. Karena di rona pipimu mentari tinggi dan tawamu selalu sehangat pagi.
Sudah lama kita pandangi langit, tapi seakan baru kemarin mentari terbit, karenamu.

Kan kuingat malam ini, malam dimana kita coba akhiri tanpa ada yang tersakiti.

Dalam minpi masih kudengar tawamu, tapi besok pagi ku kan tertawa sendiri.

Read More...

Sepi tanpamu

Malam ini secangkir kopi mampir menyeduh kantuk,
karena gula di separuh purnama tak mampu pejamkan mataku
dengan cerita tentang Putri, tentangmu yang kini pergi

Hangat menyala, seasap kopi menusuk mata
saat pesanmu kubaca. Lalu aku bertanya:
"Kenapa jauh harus darimu, kenapa sepi hadir bayangmu,
kenapa rindu setelah pergimu?"

Aku terdiam, kutemukan jawaban: Oleh pesonamu kutenggelam.
Bodohnya, baru kusadari setelah pertengkaran semalam.

Aku ragu, purnama terang ataukah wajahmu memandang
seakan kelam tak habis di telan malam
hari ini bayangmus sekelam kopi darimu:
Hitam dan nikmatnya sama-sama dalam.

06 Juli 2007

Read More...

Kunjungan

free hit counter
 

KhuzaiE menggunakan Revolution Two Church theme oleh Brian Gardner adaptasi ke Blogger oleh Bloganol dot com